Rabu, 06 Juni 2012

ironi bulan ramadhan

marhaban ya ramadhan, marhaban ya syahr ash-shiam,”
seluruh umat islam juga merasa gembira dengan kehadiran ramadhan bulan puasa; bulan yang meletupkan euforia baginumat meski hanya sekejap.
Masjid kembali terisa penuh dengan ritual tarawih, sms ucapan selamat ramadhan persliweran. Para ustadz juga sibuk dengan agenda kotbah; mulai dari kuliah subuh,kultum,berbuka puasa hingga menjadi imam tarawih dan memimpin itikafmereka menyambut umat yang selama ramadhan menjadi luar biasa dahaga dengan tawjih dan tausiah para ustad.
Para pedagang, pemilik mall dan hampir semua pengusaha juga bergairah dengan kehadiran ramadhan; seolah menyambut janji nabi muhammad SAW. Bahwa ramadhan adalah’ bulan yang ditambahkan rezeki’ oleh allah. Para pengusaha sudah hapal, pada bulan ramadhan pengeluaran rumah tangga masyarakat juga meningkat. Berapapun harga barang ditawarkan, akan dibeli.
Itu berarti tambahan keuntungan bagi mereka pemerintah juga berlagak sigap menyambut ramadhan; menyerukan tempat’ hibura merazia dan memusnahkan miras serta narkoba.
Tidak lupa mereka beranjangsana kepada para alim ulama serta melakukan tarawih keliling atau buka bersama  masyarakat; seolah menunjukan seolah mereka gemar beribadah  dan bisa dekat masyarakat kecil serta para santri.
Pada penghujung ramadhan, menjelang idul fitri, umat pun bersemangat untuk pulang kampung (MUDIK).
Itulah ritual tahunan tahunan umat islam, khususnya ditanah  air; bertemu orang tua , sanak saudara , bermaaf maafan.\\
Kadang terasa ada tetesan air mata meski sering tertutup dengan berlimpah ruahnya hidangan dan beragam pakaian baru saat itu.
Ramadhan memang seperti keajaiban, ia bisa mengubah suasana sekular yang carut-marut menjadi sering atmosfer keimanan. Sayang keindahanya Cuma sesaaat sedih meninggalkanya kembali seperti biasa..
° —°﴿﴿

Tidak ada komentar:

Posting Komentar